Wisnu, siswa Sosiologi, EHESS, Marseille
Wisnu

Wisnu Adi Reksodirdj
Siswa Doktorat di bidang Sosiologi
Ecole des Hautes Etudes en Sciences Sociales - EHESS Marseille

Ketika saya menginjakkan kaki di Marseille yang masuk dalam région Provence-Alpes-Cote d'Azur (PACA), Selatan Prancis, saya sudah tahu bahwa di daerah itu terkenal dengan matahari yang selalu bersinar dan jarang bersalju. Walaupun dingin tetapi dinginnya bukan karena salju tetapi disebabkan oleh angin Mistral. Berhubung Marseille tepat terletak di pinggir laut Mediterania, jadi angin laut yang berhembus sangatlah kencang, yang kerap kita sebut dengan angin Mistral. Bayangkan saja, orang-orang Prancis yang berbadan besar (termasuk saya) bisa terdorong ke depan dan ke belakang.

Selain Mistral, ada satu lagi yang menarik dari Marseille. Marseille adalah kota pelabuhan dan penduduknya terdiri dari berbagai macam etnis (Maroko, Tunisia, Al jazair, Cina, Vietnam, Kamboja, Mali, Senegal, dll).

Sengau atau « aksen selatan » Prancis yang mereka gunakan bukan seperti aksen bahasa Prancis biasanya. ahkan di CCF Indonesia pun saya belum pernah mendengarnya. Seperti misalkan ketika mereka mengatakan « A demain » atau « bien », maka yang terdengar adalah « A demeng » atau « bieng ». Dan sepertinya saya sekarang mempunyai aksen selatan tersebut.

Penduduk Marseille tergolong sangat ramah. Walaupun kita tidak saling kenal, namun orang-orang di sini selalu menyapa dengan « bonjour », « bonne soirée ». Jadi, datanglah beramai-ramai ke Marseille dan rasakan kehangatan orang-orang Marseille! Juga jangan lupa makan makanan khas Marseille : la Bouillabaisse!