Artikel menarik di Malang Post mengenai road show CampusFrance Indonesia di Universitas Muhammadiyah Malang dan Universitas Brawijaya Malang pada awal Mei 2012. Selamat membaca!:)
Luruskan Larangan Berjilbab di Prancis

Luruskan Larangan Berjilbab di Prancis

MALANG – Isu tentang larangan mengenakan jilbab di Prancis bagi pelajar di sana menjadi perhatian tersendiri saat road show CampusFrance Indonesia (CFI) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Brawijaya (UB) Malang, kemarin.

Penanggung jawab CampusFrance Surabaya (CFS), Siska Martina mengatakan, isu larangan berjilbab di Prancis sebenarnya hanya berlaku sampai jenjang SMA saja. Saat di bangku kuliah tidak ada larangan itu.

“Khusus jenjang pendidikan dasar dan mengengah memang ada larangan menunjukkan identitas agama. Seperti dilarang berjilbab, memakai kalung salib dan sebagainya” bebernya.

Roadshow ini dilaksanakan dalam rangka mengenalkan informasi studi di Prancis. Dikatakan juga ada beberapa alasan kenapa memilih Prancis menjadi salah satu tujuan pendidikan, antara lain kualitas hidup di Prancis lebih baik, kekuatan budaya negara Prancis yang bisa dilihat melalui hasil seni dan arsitekturnya, serta biaya kuliah yang tergolong rendah.

“Jika dihitung biaya kuliah dan biaya hidup di Indonesia itu sama dengan biaya kuliah di Prancis,” ungkap Siska yang didampingi Koordinator Kerjasama Universitas, Flora Stienne ditemui di UMM.

Hanya saja diakuinya biaya hidup di Prancis cukup mahal. Namun mahasiswa bisa mencari pekerjaan paruh waktu atau part time yang cukup banyak tersedia di Prancis.

“Terutama mereka yang pandai berbahasa Prancis akan sangat mudah melakukan kerja part time ini,” bebernya. Biasanya mahasiswa memanfaatkan waktu liburan untuk bekerja. Sebab waktu liburan di Prancis cukup panjang. Pada musim panas waktu berliburnya selama 4 bulan sementara pada musim dingin selama tiga bulan.

Selama kuliah di perguruan tinggi Prancis, maka para siswa bisa mendapatkan bantuan dari Caisse d’Allocations Familiales (CAF), yang merupakan badan milik Pemerintah Prancis yang bertugas memberi manfaat social terutama untuk pemberian subsidi tempat tinggal bagi seluruh siswa tanpa terkecuali (baik siswa Prancis maupun sista asing). (oci/eno)

Source: 
Malang Post - Jawa Timur