Sofjan, siswa Ilmu Ekonomi, Université Montesquieu Bordeaux IV, Bordeaux
Sofjan

Muhammad Sofjan
Siswa Doktorat di bidang Ilmu Ekonomi
Université Montesquieu Bordeaux IV-Larefi Laboratoire

Keinginan untuk melanjutkan pendidikan doktoral sudah menjadi salah satu harapan dalam agenda hidup saya.  Setelah menyelesaikan sarjana dan magister di Indonesia, saya berkeinginan melanjutkan pendidikan di luar negeri. Segala persiapan saya lakukan untuk mendapatkan kesempatan sekolah di LN.  Hasilnya saya mendapat kesempatan untuk sekolah di USA lewat Fullbright, Jepang melalui World Bank dan Prancis.

Setelah melalui beberapa pertimbangan dan berkonsultasi dengan pihak CampusFrance Jakarta yang sangat memberikan penjelasan lengkap akhirnya saya memutuskan untuk memilih Prancis sebagai negara pilihan studi doktoral saya.  Dan sebagai sponsor, saya didukung oleh Beasiswa Unggulan Kemendiknas.

Perkenalan saya studi di eropa diawali ketika saya shortcourse di Netherlands dengan sponsor stuned-neso.   Lalu mengapa Prancis? Ada beberapa alasan sebenarnya.  Ilmu ekonomi yang selama ini saya pelajari banyak berasal dari negara Prancis.  Artinya saya mempelajari langsung dari sumbernya.  Lalu dengan studi di benua Eropa maka saya akan memiliki kesempatan menimba ilmu bukan hanya di Prancis tapi juga di negara-negara Uni Eropa dan UK.  Tantangan mempelajari bahasa Prancis yang masih sangat baru dalam hidup saya juga merupakan alasan tersendiri.

Setelah saya bergabung dan berinteraksi di Prancis maka banyak hal  menarik yang saya dapatkan.  Profesi Etudiants atau pelajar merupakan posisi yang mendapat tempat istimewa di Prancis.  Segalanya serba discount. Mulai dari tempat tinggal, kereta/bus/tram, makan di restaurant, nonton bioskop, sampai pangkas rambut pun ada harga khusus untuk pelajar. 

Untuk tempat tinggal, pemerintah Prancis memberi  bantuan tunai perumahan (CAF) baik untuk mahasiswa lokal maupun asing. Bantuan ini dimaksudkan untuk mengimbangi harga sewa tempat tinggal yang cukup tinggi. Bantuan ini hanya ada di negara Prancis. 

Setelah sampai di Prancis maka salah satu dokumen ijin tinggal yang harus kita urus adalah dokumen OFII (Office Français de l'Immigration et de l'Intégration).  Pengalaman saya mengurus CAF dan dokumen OFII sangat mudah.  Untuk CAF kita hanya mengakses halaman CAF dan mengisi formulir yang disediakan.  Hanya 3 minggu saja pihak CAF langsung merespon.  Untuk OFII saya hanya butuh waktu 1,5 bulan sejak memberikan kelengkapan dokumen via pos sampai persetujuan keluar.  Alors, c’est facile et rapid (Hmm, begitu mudah dan cepat).

Masyarakat di mana saya tinggal sangat ramah.  Ketika keluar dari bus tidak lupa mereka mengatakan merci beaucoup (terima kasih banyak) dan Au revoir (sampai jumpa) ke supir.  Kata bonjour (halo) dan pardon (maaf/permisi) yang paling sering saya dengar.  Masyarakat begitu sopan dan saling menghargai tanpa melihat apakah itu warga lokal atau asing.

Sebagai seorang muslim pun saya tidak khawatir dengan kehidupan beragama disini.  Pemeluk Islam di Prancis adalah jumlah terbesar di benua Eropa dan pemeluk terbanyak kedua di Prancis setelah Katolik.  Masyarakat muslim dan non-muslim berbaur dalam pergaulan sehari-hari dan saling menghormati privacy agama mereka masing-masing.  Makanan halal sangat mudah ditemui. Muslimah dengan busana jilbab nya pun dapat dengan mudah ditemui dimana saja. Untuk hal ini saya pernah menulis di Artikel harian Republika edisi Ahad, 18 Maret 2012 (Citizen Journalism: Geliat Islam di Bordeaux).

Dengan kondisi yang kondusif baik lahiriah maupun batiniah itulah yang membuat saya menjadi lebih tenang untuk melanjutkan studi doktoral di Prancis.