Ali

Ali Munandar
Siswa di bidang Sinema, Ecole EICAR (Paris)
Master "Réalisation"

Sebelum tiba di Paris, saya belajar satu tahun di sekolah perfilman di Sydney. Di sana, saya terlibat dalam praktek pembuatan film dengan aspek teknik di dalamnya. Tapi karena saya sangat menyukai sinema Prancis, maka saya harus pergi ke Paris. Saya menyukai budaya Prancis yang pertama-tama saya temukan dalam berbagai film. Francois Truffaut adalah salah satu sutradara favorit saya, sama halnya seperti sutradara dari film « Nouvelle Vague » : Rohmer, Godard, dll. Sebenarnya saya memilih Prancis karena saya ingin belajar lebih dalam tidak hanya tentang teknik perfilman tetapi juga semangatnya, jiwa yang kita temukan dalam tiap filmnya.

Sekolah saya di Paris adalah seperti sekolah lainnya saya rasa. Para guru mengajar kita dengan semangat, mereka juga berbagi pengalaman dengan kami. Kuliahnya sangat intens dan padat. Namun demikian, kami bisa mengikutinya! Suasana sekolah sangat bagus: kita semua datang dari negara yang berbeda, dengan pengalaman pribadi maupun profesional kita. Kami banyak berbagi dan belajar bersama. Kurikulum internasional benar-benar memberikan banyak energi. Dengan para siswa lain, kami menghabiskan banyak waktu bersama di akhir pekan, kita masak di apartemen salah satu dari kami dan kami makan malam bersama sambil menonton film, tentunya.
Kami berbicara bahasa Inggris semuanya. Saya sangat sedikit praktek bahasa Prancis saya. Alhasil, saya mengalami banyak kesulitan dengan prosedur administrasi di bank, di CAF*. Ini tidak terlalu serius, untungnya saya bisa melewatinya. Tetapi saya sebenarnya ingin sekali memperdalam bahasa Prancis saya: karena bahasa Prancis juga merupakan pintu gerbang penting untuk masuk ke budaya Prancis yang sesungguhnya.

Sejak awal September, kami telah melakukan beberapa latihan, shooting beberapa film pendek. Baru-baru ini, projek film saya "Julien dan Julie" telah dipilih. Saya akan bisa merealisasikan film saya dengan tim film saya sendiri. Ini benar-benar pengalaman yang luar biasa bagi saya. Saya sudah tidak sabar lagi. Saya sangat ingin melakukannya.

Ketika kita sangat menyukai sinema, film.., menjadi siswa di Paris dengan rasa kekaguman dan terheran-heran adalah hal yang wajar. Karena Paris adalah salah satu tempat paling gila untuk membuat sebuah film: di sepanjang jalan-jalan, boulevard dan avenue, arsitektur bangunannya, suasana bohemian, semua itu merupakan sumber inspirasi yang hebat. Saya benar-benar jatuh cinta dengan Paris selama mencari referensi tempat untuk projek film saya, seperti: Montmartre, Pont Neuf, Seine. Itu semua tempat yang saya sangat sukai.
Di Paris, ada juga hal-hal yang kurang nyaman, seperti bau metro..tetapi itu tidaklah masalah. Seperti yang orang katakan: Paris adalah tempat untuk melibatkan diri dalam « joie de vivre / kesenangan hidup ». Dan itu kita tidak dapat menyangkalnya.

*CAF = Caisse d’Allocations Familiales : Badan milik Pemerintah Prancis yang bertugas memberi manfaat sosial terutama untuk pemberian subsidi tempat tinggal bagi seluruh siswa tanpa terkecuali (siswa Prancis maupun siswa asing).